Pendidikan anak tidak pernah menjadi tanggung jawab sekolah saja. Di balik perkembangan seorang anak, ada peran orang tua, guru, dan lingkungan yang saling mendukung. Karena itu, membangun hubungan yang baik antara sekolah dan orang tua menjadi langkah penting sejak awal tahun ajaran.
Semangat inilah yang hadir dalam Masa Orientasi Sukses Studi Wali Murid Baru KB-TK-SD-SMP Al Falah Assalam Tahun Ajaran 2026–2027. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, menjadi momen pertemuan antara sekolah dengan para wali murid baru sekaligus langkah awal membangun komunikasi dan kolaborasi.
Mengusung tema “Mendidik Generasi Alpha: Menumbuhkan Karakter, Literasi, dan Ketahanan di Tengah Disrupsi Digital”, kegiatan ini mengajak orang tua melihat pendidikan anak dari sudut pandang yang lebih luas.
Generasi Alpha tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Gadget, internet, media sosial, dan berbagai platform digital sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Kondisi ini tentu memberikan banyak peluang untuk belajar, tetapi juga menghadirkan tantangan.
Anak tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Mereka juga perlu memiliki karakter yang kuat, kemampuan literasi, serta ketahanan dalam menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan digital. Di sinilah peran orang tua dan sekolah menjadi semakin penting.
Kehadiran Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., Rektor UINSA, sebagai narasumber turut memberikan perspektif mengenai pentingnya pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman. Pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi, tetapi juga perlu membentuk anak menjadi pribadi yang mampu berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan dengan baik.Bagi orang tua, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memahami bahwa mendampingi anak di era digital membutuhkan kemauan untuk terus belajar. Dunia yang dihadapi anak-anak saat ini berbeda dengan pengalaman generasi sebelumnya. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan sekolah menjadi semakin penting.
Kolaborasi tersebut tidak harus selalu dimulai dari hal besar. Bisa dimulai dari komunikasi yang terbuka, saling memahami peran, dan memiliki tujuan yang sama: memberikan pendampingan terbaik bagi anak.
Sekolah memiliki lingkungan belajar dan program pendidikan. Orang tua memiliki peran besar dalam membangun kebiasaan dan karakter anak di rumah. Ketika keduanya berjalan searah, anak akan mendapatkan dukungan yang lebih konsisten. Pada akhirnya, MASA ORIENTASI bukan sekadar agenda penyambutan wali murid baru. Kegiatan ini menjadi titik awal sebuah perjalanan bersama.
Pertemuan mungkin telah selesai, tetapi kolaborasi baru saja dimulai. Akan ada banyak cerita, tantangan, dan perkembangan anak selama satu tahun ajaran ke depan. Semua akan menjadi lebih mudah ketika sekolah dan orang tua tidak berjalan sendiri-sendiri.
Karena mendidik anak memang bukan tentang siapa yang paling berperan, melainkan tentang bagaimana kita bisa saling melengkapi untuk menumbuhkan generasi yang berkarakter, literat, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.

0 Komentar