Pagi yang Bukan Sekadar Pagi: Dhuha, Cerita Alumni, dan Mimpi Anak Kelas 6

 

Jumat pagi biasanya identik dengan suasana yang lebih santai. Namun, di sekolah, pagi ini justru menjadi momen yang penuh makna bagi siswa kelas 6.

Kegiatan diawali dengan senam Anak Indonesia Sehat dan berjalan-jalan di sekitar sekolah Kemudian anak-anak berkumpul, menata barisan, lalu bersama-sama menunaikan ibadah sholat dhuha sebelum memulai aktivitas berikutnya. Rutinitas seperti ini mungkin terlihat sederhana. Tetapi dari kebiasaan yang dilakukan berulang, perlahan tumbuh sikap disiplin dan kesadaran untuk menyempatkan diri mendekat kepada Allah di tengah kesibukan.

Usai Dhuha, suasana berlanjut dengan sesi motivasi bersama alumni, Bahiya Saraswati. Ia merupakan alumni yang kini melanjutkan pendidikan di Universiti Kebangsaan Malaysia pada program Bachelor of Dietetics with Honour.

Bagi anak-anak, bertemu alumni secara langsung tentu memberikan pengalaman yang berbeda. Mereka bisa melihat bahwa seseorang yang dahulu duduk di bangku sekolah yang sama kini telah memiliki perjalanan pendidikan yang jauh lebih luas.

Cerita alumni menjadi jembatan bagi siswa untuk mulai membayangkan masa depan mereka sendiri. Mungkin hari ini masih sibuk dengan tugas sekolah, bermain bersama teman, atau belajar menghadapi ujian. Namun, suatu hari nanti mereka juga akan menentukan jalan masing-masing.

Di sinilah pentingnya program rutin seperti ini. Sekolah tidak hanya mengajak anak untuk rajin belajar, tetapi juga membiasakan mereka beribadah, mendengar pengalaman orang lain, berani bermimpi, dan memahami bahwa setiap pencapaian selalu memiliki proses di belakangnya.

Semoga dari pagi yang sederhana ini muncul banyak mimpi baru. Karena bisa jadi, di antara siswa kelas 6 yang duduk mendengarkan hari ini, ada calon dokter, ahli gizi, guru, pengusaha, ilmuwan, atau profesi hebat lainnya yang sedang mulai menemukan arah.

Satu pagi, satu kebiasaan baik, satu cerita inspiratif. Dari sekolah, langkah besar itu bisa dimulai.


0 Komentar