Ada sesuatu yang menarik dari pantomim: penampilnya tidak perlu bersuara, tetapi penonton tetap bisa dibuat tertawa, penasaran, bahkan ikut terbawa suasana. Semua dimainkan lewat gerakan, mimik wajah, dan imajinasi. Seni inilah yang mengantarkan Kalila Naura Azalea dan Afifah Maryam Dizar, siswi SD Alfalah Assalam, menorehkan prestasi di tingkat Kabupaten Sidoarjo.
Dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SD/MI Tahun 2026, Kalila dan Diza berhasil meraih Juara Harapan 1 cabang Pantomim . Sebuah pencapaian yang menambah warna dalam perjalanan prestasi siswa SD Alfalah Assalam.
Berada di panggung perlombaan tentu bukan perkara sederhana. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari memahami karakter, mengolah ekspresi, hingga menerjemahkan cerita ke dalam gerakan yang mudah dipahami. Pantomim menuntut pemainnya untuk benar-benar hadir dalam setiap adegan.
Menariknya, pengalaman seperti ini memberikan pelajaran yang tidak selalu ditemukan di dalam buku pelajaran. Anak belajar mengelola rasa percaya diri, berani tampil, mengembangkan kreativitas, dan menerima hasil dari sebuah proses.
Predikat Juara Harapan 1 menjadi bagian dari perjalanan Kaila. Bukan garis akhir, melainkan satu pengalaman yang bisa menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh. Sebab, keberanian untuk mencoba hal baru juga merupakan pencapaian yang patut dirayakan.
Selamat untuk Kalila dan Diza! Terus temukan cerita-cerita baru melalui gerakanmu. Semoga pengalaman di FLS3N 2026 menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang Allah titipkan.


0 Komentar