Ahlan wa sahlan di salah satu sekolah terbaik yang senantiasa menanamkan akhlakul karimah dan keunggulan akademis pada diri setiap siswa. Atas izin Allah, SD Al Falah Assalam yang berakreditasi A ini telah ditetapkan sebagai Sekolah Dasar Rujukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2019.

Senin, 30 Maret 2009

kado mandiri di hari ibu


Beberapa waktu yang lalu kita menyaksikan tanyangan yang tidak biasa di TV, tayangan itu berupa anak anak yang sedang mencuci kaki ibunya, ada juga tayangan yang lain sekumpulan nenek nenek di panti jompo mengadakan lomba makan krupuk, bahkan yang lebih aneh ada lomba fashion untuk nenek-nenek., ternyata acara itu diadakan dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 desember, tapi apa sih hari ibu itu? dan bagaimana ceritanya tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu
Singkat cerita menurut beberapa sumber, Hari Ibu diawali dari konggres perempuan Indonesia I pada tanggal 22 – 25 desember 1928 di Yogyakarta yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di jawa dan sumatra, organisai perempuan sendiri sudah ada sejak tahun 1912, yang diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita pada abad ke-19 seperti Cut nyak dien, cut mutiah, R.A Kartini, Dewi Sartika,Nyai Ahmad Dahlan, Rangkayo Rasuna said, dal lain-lain. Nah.....kemudian presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden no 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember dinyatakan sebagai hari ibu dan diperingati secara nasioanal hingga kini.
Memang layak kita memberikan apresiasi khusus untuk para ibu, karena memang jasanya yang tidak hanya besar untuk kita sendiri, tetapi juga berjasa terhadap bangsa dan negara, karena para ibulah yang melahirkan para pejuang dan pemimpin bangsa ini.bahkan mereka ikut berjaung langsung di medan perang seperti cut nyak dien dan cut mutiah
Lantas apa jasa ibu kepada kita ?Bila dihitung dengan materi susah mencari padanannya. Betapa tidak? Ibu melahirkan kita, ibu mengajari kita makan, mengajari berjalan, mengajari nama-nama benda yang ada ada di sekitar kita, tapi kita sering ngrepoti ibu loh..... ., Misalnya tidak bisa mengancing baju, kita memanggil ibu, tidak bisa mengikat tali sepatu, memanggil ibu. Mengambil sepatu di rak sepatu, menyuruh ibu,dan sebagainya serba memanggil ibu.
Sampai kapan ya kita ngrepoti ibu terus?malu dong ngrepoti ibu terus,tentu kita pingin membalas jasa ibu yang begitu besar kepada kita. Ibu tidak mengharapkan sesuatu yang berlebihan dari kita, salah satu cara kecil dan bisa kita mulai dari sekarang untuk membalas jasa ibu adalah dengan mengurangi pekerjaan ibu pada kita dengan mengerjakan sesuatu yang dapat kita kerjakan sendiri tanpa mengganggu ibu. apalagi saat ini masih dalam nuansa peringatan hari ibu. Mari kita beri kado buat ibu kita tercinta dengan sebuah kado yang bernama kemandirian, kita kerjakan sesuatu yang kita bisa kita lakukan tanpa meminta bantuan orang lain seperti memakai baju sendiri, menyiapkan buku pelajaran sendiri, melipat pakaian sendiri, dan lain lain yang tentunya disesuaikan dengan usia kita.
menjadi anak yang mandiri banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan, baik manfaat langsung yang dapat kita rasakan sekarang, maupun manfaat tidak langsung yang akan kita rasakan di masa depan kita nanti, diantaranya: kita tidak mudah menggantungkan sesuatu pada orang lain, kita dapat menyelasaikan masalah, kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi, lebih dewasa, kreatif. Tunggu apa lagi!, jadilah anak yang mandiri mulai sekarang................... karena bangsa kita saat ini menunggu sebuah generasi yang mandiri untuk membawa negeri ini menjadi negeri yang makmur, sejahtera tidak bergantung pada bantuan negara lain yang sebenarnya merugikan bangsa kita sendiri

guru yang melayani

Banyak diantara kita yang mengeluh karena melihat hasil belajar anak-anak didik kita belum seperti yang kita harapkan, padahal kita sudah mempersiapkan seluruh perlengkapan pembelajaran dengan baik. Mulai dari persiapan pembelajaran seperti pembuatan Rencana Pembelajaran, penentuan media dan alat peraga sampai pasa saat proses pembelajaran berlangsung, kita penuh semangat, antusias dan lantang di depan kelas, tapi tetap saja, anak-anak didik kita belum bisa menyerap, menyimpan, dan memanggil kembali informasi dengan baik. Kalaupun ada jumlahnya masih sedikit sehingga secara keseluruhan kelas belum tuntas. Bila sudah demikian mungkin banyak diantara kita yang putus asa dan pungkin pula kita langsung menvonis bahwa anak-anak kita banyak yang lambat belajar, bodoh-bodoh, dan sebagainya

Sepertinya tidak adil bila kita hanya menyalahkan anak-anak didik kita saja. Kita sebagai guru perlu kiranya untuk menyelami lebih dalam tentang kondisi anak-anak didik kita sebab tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu saja, setelah itu habis perkara masalah apakah anak-anak didik kita paham atau tidak itu masa bodoh. Tugas guru yang juga penting adalah memantau perkembangan sejauh mana perkembangan anak-anak didik kita ke arah yang lebih baik.

Salah satu hal yang perlu kita selami dari anak didik kita agar mereka dapat mengikuti belajar dengan baik adalah dengan mengetahui gaya belajarnya. Gaya belajar anak sangat mempengaruhi proses penyerapan informasi anak pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hal ini menjadi faktor penting karena pembelajaran yang terlalu dipaksakan hasilnya juga cenderung tidak maksimal

Kita sering menganggap bahwa anak yang tenang dan diam di kelas pada saat belajar berlangsung akan lebih mudah menyerap materi dari pada anak yang ramai, itu memang ada benarnya, tapi tidak tidak mutlak benar, karena memang ada anak yang sudah dijelaskan dengan baik, belum juga paham tetapi ketika ia diberi aktifitas baru ia paham dan bisa menyimpan materi tersebut dengan baik. Hal ini karena dipengarui oleh modalitas belajarnya

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa gaya belajar anak itu adalah visual, auditori, dan kinestetik. Ada juga yang menambahkan satu lagi yaitu taktil. Anak dengan gaya belajar visual akan lebih mudah menyerap informasi bila ia belajar dengan membaca dan menggunakan gambar-gambar, grafik, atau huruf-huruf. Untuk anak auditori akan mudah menyerap informasi bila ia belajar dengan mendengar, menirukan suara, mengulangi suara dan semuanya yang berhubungan dengan suara. Untuk anak kinestetik akan mudah menyerap informasi dengan sebuah kinerja, atau praktek menirukan gerak dan semuanya yang berhugungan dengan aktifitas gerak tubuh. Sedangkan anak taktil akan mudah menyerap informasi bial ia langsung menyentuh, meraba dan merasakan apa yang sedang ia pelajari.

Dengan mengetahui gaya belajar anak tersebut maka kita dapat memilih metode belajar mana saja yang dapat melayani tipe-tipe anak sesuai dengan gaya belajarnya, sehingga hasil belajar anak-anak kita menjadi maksimal

Untuk anak-anak didik dengan gaya belajar visual kita dapat memilih metode belajar dengan menggunakan gambar-gambar, grafik, atau bagan misalnya pada pelajaran IPA pada pembahasan proses peredaran darah. Kita dapat memjelaskan materi tersebut dengan menampilkan gambar organ-organ dan sirkulasi proses peredaran darah yang keluar mulai dari jantung dan kembali lagi ke jantung. Pada pelajaran IPS dengan pembahasan persebaran sumber daya alam di Indonesia kita dapat menggunakan gambar peta untuk menunjukkan lokasi-lokasi persebaran sumber daya alam yang dituju

Untuk anak dengan gaya belajar auditori kita dapat memilih metode belajar yang banyak menggunakan suara seperti bernyanyi. Kita dapat mengubah lagu-lagu yang populer saat ini dengan cara mengubah lirik lagunya dan disesuaikan dengan materi yang sedang dibahas. Pada pelajaran IPS misalnya kita dapat mengubah lirik lagu band letto yang berjudul sebelum cahaya dengan lirik lagu yang mengandung materi sumber daya alam di Indonesia, dan sebagainya sesuai dengan kreatifitas kita masing-masing. Anak dengan gaya belajar auditori sangat menyukai dan lebih mudah menyimpan informasi dengan cara seperti ini

Untuk anak anak dengan gaya belajar kinestetik kita dapat memilih metode yang memungkinkan anak banyak bergerak seperti praktikum atau membuat percobaan. Metode ini dapat diterapkan pada pelajaran IPA. Pada pelajaran IPS dan Bahasa Indonesia dapat dipakai metode seperti sosio drama atau role play. Atau pada saat pelajaran yang banyak menuntut hafalan bisa kita lakukan dengan menghafal sambil melakukan gerakan anggota tubuh.

Setelah mengetahui masing-masing gaya belajar anak didik kita. Tentu kita dapat menyiasati proses belajar mengajar dengan metode belajar yang variatif dalam satu kali pertemuan atau tatap muka. Hal ini untuk melayani setiap gaya belajar yang berbeda beda yang di miliki setiap anak anak. Sebab kita tahu bahwa jumlah anak di kelas yang banyak dengan gaya belajar yang berbeda-beda tentu juga memerlukan pelayanan yang berbeda

Pembelajaran yang vafiatif itu diantaranya dengan membagi setiap satu kali pertemuan atau tatap muka menjadi tiga (3) bagian. Misalnya pada pelajaran IPS pada pembahasan persebaran sumber daya alam. Jika dalam satu kali tatap muka 60 menit maka 20 menit pertama untuk melayani anak yang dengan gaya belajar visual kita dapat menampilkan gambar peta dan menjelaskannya. 20 menit kedua untuk melayani anak yang auditori mereka kita ajak bernyanyi dengan mengubah lirik lagu yang sedang populer saat ini dan mungkin sering dinyanyikan anak-anak dengan lirik yang berisi materi pelajaran. 20 menit ketiga untuk melayani anak-anak kinestetik dan taktil mereka kita ajak melakukan game menempel ke depan kelas letak-letak persebaran sumber daya alam pada gambar yang telah disediakan guru. dengan demikian kita telah melayani anak-anak didik kita sesuai dengan kebutuhan dan modalitas belajarnya sehingga mereka dapat belajar dengan menyenangkan dan hasilnya dapat maksimal. Tentunya metode ini cocok diterapkan pada tingkat Sekolah Dasar.

Pada dasarnya profesi guru adalah pelayan, tapi bukan pelayan biasa. Guru adalah pelayan anak bangsa untuk menggapai masa depan yang cerah dan dapat mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain. Oleh karena itu mari kita layani anak-anak didik kita dengan hati, sikap, dan profesionalitas. Semoga pendidikan kita ke depan akan lebih baik lagi. amin

lagu populer untuk pembelajaran IPS di SD



Salah satu trend yang yang merambah seluruh dimensi adalah musik. Musik memang untuk segala usia, ia tidak menengal waktu dan tempat, musik begitu nikmat menjadi pendamping kita untuk menyelesaikan tugas sehari-hari, kita lebih enjoy bila mengerjakan sesuatu sambil mendengarkan musik atau bahkan menyanyikan lagu yang kita sukai.
Secara umum anak-anak suka pada musik,mereka sering menyanyi di sembarang tempat, baik itu di rumah, di mobil bahkan di sekolah saat pelajaran berlangsung.penulis pernah punya pengalaman ketika sedang menjelaskan salah satu materi pelajaran di kelas 4 SD, mereka tidak mendengarkan tetapi mereka malah menyanyi ssndiri, anehnya yang mereka nyanyikan bukan lagu untuk anak, tetapi yang mereka nyanyikan adalah lagu dewasa yang sedang populer dari group band yang terkenal. Padahal mereka sebenarnya belum pantas untuk menyanyikan lagu-lagu seperti itu.
Anak anak menyanyi itu sepenuhnya tidak salah, karena sebenarnya mereka ingin mendapatkan suasana yang menyenangkan. Menurut mereka menyanyikan sebuah lagu lebih menarik dan menyenangkan daripada mendengar penjelasan guru. Apalagi kebanyakan mereka sudah hafal syair lagu dewasa tersebut.
Menyanyi bukan hal salah, tetapi faktor usia menjadi suatu penilaian yang layak dan tidak layak,bila kita mencermati isi lagu lagu group band yang terkenal, banyak yang tidak sesuai dengan dengan anak-anak,isi lagu tersebut sangat tidak mendidik bagi anak-anak seusia SD karena kebanyakan isinya tentang cinta. Atas kejadian itulah penulis terinspirasi oleh anak-anak didik untuk mengubah isi lagu tersebut dengan isi materi pelajaran
Salah satu lagu yang sering dinyanyikan anak-anak adalah lagu dari group band republik yang berjudul “hanya ingin kau tahu” yang kemudian isisnya diganti dengan materi pelajaran keanekaragaman Indonesia. Adapun lengkapnya isi lagu tersebut adalah sbb :
Ku tlah milki ragam budaya bangsaku,ragam sukunya negeriku, semua bersatu………..
Jawa barat badui, bugisnya di sulawesi, melayu dan dayak kalimantan......
Oh...............oh.............aku hanya ingin kau tahu
Besarnya negeriku kayanya budaya Indonesia
Kua akui kecak dan legongnya bali
Remo jawa timur, gambyong jawa tengah, saman aceh…ho……….ho………ho……
Dari rubahan lagu tersebut, anak-anak dapat mengetahui sekaligus mengingat beberapa nama suku dan nama tari yang ada di daerah seperti Suku Badui dari Jawa Barat, Suku Bugis dari Sulawesi, Suku Melayu dan Dayak dari Kalimantan, kemudian Tari Kecak dan Legong dari Bali, Tari Remo dari Jawa Timur, Tari Gambyong dari Jawa Tengah, Tari Saman dari Aceh. Sebenarnya masih banyak lagu lain dari lagu lagu populer dari group band yang terkenal saat ini yang dipakai penulis dalam menyampaikan materi pelajaran
Setelah diterapkan metode ini, siswa sangat antusisas sekali, saat lagu ini dinyanyikan mereka mengeluarkan suara yang sekeras-kerasnya. Hal itu memberikan dampak positif terhadap hasil belajarnya, mereka merasa lebih mudah dalam mengingat. Penulis masih ingat ketika siswa naik bis saat perjalanan wisata pendidikan dan operatornya menyetel lagu tersebut, spontan anak-anak mengikuti irama lagu tersebut tetapi dengan isi syair yang berbeda yang berisi materi pelajaran. Hal ini memuat penulis kaget sekaligus gembira karena anak-anak sangat menyukai gubahan lagu tersebut.
Dari sini dapat diketahui sisi positifnya, penggunaan methode tersebut, dapat menarik minat siswa untuk mengikuti materi dengan baik, kedua memudahkan siswa untuk mengingat, ketiga mengganti efek negatif dari lagu isi lagu tersebut yang tidak mendidik untuk usia anak SD.meskipun demikian, methode ini juga memiliki kekurangan pertama, dalam satu kelas tidak semua siswa tahu lirik lagu tersebut, meskipun akhirnya ia harus belajar dari temannya sendiri. Kedua, lagu yang dipilih harus up date dan disukai anak-anak, karena itu, mungkin lagu yang diubah saat ini belum tentu dapat dipakai untuk tahun-tahun berikutnya,
Dengan segala kekurangan dari metode ini, tapi paling tidak menjadi alternatif pilihan untuk pengajaran IPS terutama jenjang SD, akhirnya kita sebagai guru harus selalu mencari methode baru agar peserta didik tertarik dengan apa yang sedang mereka pelajari.

Serunya Kegiatan Scounting Camp Kelas 4 Tahun 2025-2026

  SD Al Falah Assalam sukses menyelenggarakan kegiatan kepramukaan bertajuk "Scouting Camp Kelas 4 untuk tahun ajaran 2025-2026. Kegiat...